LWx6NGJ7MGF7Mqx4Nap7MqZ7MTQhBD49ACQdySEaNJ==
Mengapa Wawasan Nusantara Sulit Diterapkan di Era Globalisasi Indonesia?
Created by Rio Ilham Hadi, S.Kom (WWW.BLANTERMEDIA.COM) - 0888-8905-441

Mengapa Wawasan Nusantara Sulit Diterapkan di Era Globalisasi Indonesia?

YAHANTARA.COM – Artikel ini mengulas dinamika tantangan implementasi Wawasan Nusantara di tengah derasnya arus globalisasi, dengan menyoroti perubahan sosial, budaya, serta menurunnya kesadaran kebangsaan dalam kehidupan masyarakat modern.

Globalisasi perlahan mengubah wajah interaksi sosial di Indonesia. Dunia yang dahulu terasa jauh, kini hadir dalam genggaman. Informasi bergerak cepat, melintasi batas negara tanpa sekat, membawa berbagai nilai baru yang tidak selalu sejalan dengan identitas bangsa. Dalam situasi seperti ini, implementasi Wawasan Nusantara tidak lagi sekadar menjadi wacana, melainkan tantangan nyata yang harus dihadapi.

Di tengah arus tersebut, nilai-nilai kebangsaan mulai mengalami pergeseran yang halus namun terasa. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan global yang begitu terbuka, di mana budaya luar lebih mudah diakses dibandingkan warisan lokalnya sendiri. Akibatnya, kedekatan emosional terhadap identitas nasional tidak lagi sekuat sebelumnya.

Masuknya budaya asing tanpa proses penyaringan yang memadai turut mempercepat perubahan ini. Gaya hidup modern diadopsi dengan cepat, sering kali tanpa refleksi kritis. Nilai-nilai kebersamaan yang dahulu menjadi kekuatan sosial perlahan tergantikan oleh pola hidup yang lebih individualistik.

Di sisi lain, kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya persatuan belum sepenuhnya tumbuh. Berbagai konflik sosial yang masih terjadi menjadi cerminan bahwa semangat kebangsaan belum sepenuhnya mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan sering kali baru terasa penting ketika dihadapkan pada krisis.

Peran pendidikan sebenarnya sangat strategis dalam menjembatani kondisi ini. Namun, pendekatan yang digunakan kerap berhenti pada tataran konsep. Nilai-nilai Wawasan Nusantara diajarkan, tetapi belum sepenuhnya dihidupkan dalam praktik nyata yang dekat dengan pengalaman peserta didik.

Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan membumi. Wawasan Nusantara tidak cukup dipahami sebagai teori, tetapi harus dihadirkan sebagai pengalaman sosial yang nyata. Hanya dengan cara itulah, konsep persatuan dapat kembali hidup dan tumbuh secara alami di tengah masyarakat yang terus berubah.

Created by Rio Ilham Hadi, S.Kom (WWW.BLANTERMEDIA.COM) - 0888-8905-441
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.
Contact Us via Whatsapp